Mau tahu Pro Kontra kartu Kuning Ketua Bem UI?

Northeastern University Study Abroad Goucher Study Abroad Aifs Study Abroad Reviews Emu Study Abroad Cu Denver Study Abroad Study Abroad Ucr Wayne State Study Abroad Uvm Study Abroad Benefits Of Study Abroad Study Abroad Ucsd Study Abroad Personal Statement Du Study Abroad Sfs Study Abroad University Of Memphis Study Abroad Temple University Study Abroad Nku Study Abroad Tamiu Study Abroad Study Abroad Nmsu Umkc Study Abroad University Of Pittsburgh Study Abroad App State Study Abroad Cuny Study Abroad Kent State Study Abroad Ucsc Study Abroad Unt Study Abroad Gwu Study Abroad Ucsd Study Abroad Define Study Abroad Why You Should Study Abroad Study Abroad Uci Best Countries To Study Abroad Study Abroad Okstate Ncsu Study Abroad Murray State Study Abroad Marquette Study Abroad Columbia University Study Abroad Fairfield University Study Abroad Danish Institute For Study Abroad Ecu Study Abroad Study Abroad Advisor University Of Edinburgh Study Abroad Baruch Study Abroad University Of Melbourne Study Abroad Suu Study Abroad Isep Study Abroad Study Abroad Wfu University Of Sydney Study Abroad Uncg Study Abroad Uncc Study Abroad Ccsu Study Abroad Unl Study Abroad Pace Study Abroad Usc Study Abroad Tel Aviv University Study Abroad John Jay Study Abroad Study Abroad Csuf Uni Study Abroad New Paltz Study Abroad Sfsu Study Abroad Capa Study Abroad Study Abroad Sfsu Cambridge Study Abroad Study Abroad Uo University Of Houston Study Abroad Mt Sac Study Abroad Ccis Study Abroad Colleges With Study Abroad Programs Umass Amherst Study Abroad Study Abroad Psu Arcadia Study Abroad Indiana University Study Abroad Hope College Study Abroad Cofc Study Abroad Study Abroad Sjsu Csuf Study Abroad Best Cities To Study Abroad Uwf Study Abroad Liberty University Study Abroad Neu Study Abroad Study Abroad Uc Berkeley Vanderbilt Study Abroad Fau Study Abroad Ub Study Abroad University Of San Diego Study Abroad Clemson Study Abroad Study Abroad Mizzou Csi Study Abroad Valencia Study Abroad Study Abroad Depaul Institute For Study Abroad Wisdom Study Abroad Pitt Study Abroad Study Abroad Umn Study Abroad Unt Ccsa Study Abroad Ksu Study Abroad Bmcc Study Abroad Study Abroad Csulb Usfca Study Abroad Study Abroad University Of South Carolina

Seorang Mahasiswa UI Berani Memberi kartu Kuning Terkait Kebijakan Pemerintahan Jokowi

gambar kartu kuning yang dilontarkan ketua bem ui ketika pidato presiden jokowi di acara dies ui

Aksi Ketua Bem UI


Ujung dari aksinya yang membunyikan peluit seraya mengacungkan kartu kuning saat Jokowi menghadiri acara Dies Natalis, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa diundang dalam program acara Mata Najwa, Rabu (8/2/2018).

Selain Zaadit Taqwa, turut hadir beberapa ketua bem lainnya dari berbagai universitas yang ada di Indonesia.

Dalam program yang ditayangkan semalam, Zaadit mengatakan bahwa fasilitas yang dibangun pemerintah, misalnya jalan tol ini hanya dinikmati oleh orang-orang kaya saja. Orang-orang miskin tidak bisa menikmatinya.

"Menanggapi Pak Moeldoko, pemerintah sudah turun untuk menanggulangi KLB di Asmat. Sebenarnya dengan adanya KLB itu di Asmat, sudah menunjukkan bahwa sebenarnya apa yang dilakukan pemerintah itu belum optimal untuk membangun Papua.

Dan yang tadi sempat di bilang bahwa selama kepemimpinan Pak Presiden sekarang sudah membangun beribu-ribu kilometer jalan tol, yang kemudian hanya dinikmati oleh orang-orang yang menggunakan mobil.

Kemudian fasilitas-fasilitas yang kemudian hanya bisa digunakan oleh segelintir orang. Sementara teman-teman kita di Papua yang membutuhkan fasilitas-fasilitas umum dan kesehatan yang ternyata di sana masih jauh dan sudah disampaikan sendiri oleh Pak Moeldoko.

Saya lebih berharap untuk dapat mendorong pemerintah kemudian lebih aktif dan lebih optimal lagi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Papua," ujar Zaadit.

Rupanya ucapan yang dilontarkan Zaadit ini memancing emosi netizen. Netizen mengemukakan seorang akademisi layaknya Zaadit tidak seharusnya mengatakan seperti itu. Faktanya, jalan tol juga sering digunakan untuk jalan distribusi pemerataan pembangunan.

Sehingga dengan adanya tol, distribusi yang dilakukan dapat dengan mudah dan lancar. Netizen yang geram dengan pernyataan Zaadit ini lantas mencuitkannya di Twitter. Tagar #MataNajwaKartuKuningJokowi ini mencapai puncak trending topik pada hari ini, Kamis (8/2/2018).

Kondisi Masyarakat Asmat


gambar kearifan lokal masyarakat asmat papua

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui, penanganan kondisi luar biasa (KLB) di Kabupaten Asmat, Papua, bukanlah persoalan mudah.

Penetapan status KLB dilakukan setelah 72 orang meninggal dunia akibat kasus gizi buruk dan campak beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengaku, telah turun ke Kabupaten Asmat untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sana.

Dari 23 distrik yang ada di Asmat, ia bersama tim gabungan yang terdiri atas Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengunjungi enam distrik di antaranya.

"Kami tim advance yang ditugaskan untuk melihat kondisi di sana. Karena masalah di sana adalah infrastruktur," ungkap Arie di kantornya, Kamis (8/2/2018).

Ia mengatakan, tantangan infrastruktur utama yaitu wilayahnya dikelilingi rawa-rawa. Selain itu, air bersih juga sulit didapatkan, karena endapan sedimentasinya mencapai 200 meter.

Meskipun sudah ada sumur bor yang diharapkan sebagai sumber air bersih masyarakat, namun air yang terdapat di dalamnya merupakan air payau.

Dijelaskan Arie, sebagai daerah rawa-rawa, perahu merupakan moda transportasi yang diandalkan masyarakat Asmat sehari-hari. Sebenarnya, sudah ada beberapa jembatan penghubung yang dibuat di sana.

Namun, jembatan itu terbuat dari kayu, sehingga mudah lapuk ketika terjadi pasang.

"Kami akan lengkapi di sana dengan jembatan gantung, serta jalan yang menuju ke rumah sakit. Jembatan di sana sebenarnya sudah ada, tapi sebagian besar sudah putus," ungkap Arie.

Persoalan lainnya yaitu buruknya kualitas fasilitas mandi cuci kakus (MCK), baik yang ada di rumah-rumah, puskesmas maupun sekolah. Kondisi itu diperparah terutama terjadi pasang air laut.

Untuk itu, Kementerian PUPR menyiapkan sistem MCK yang jauh lebih baik dari pada yang ada saat ini.

Sistem MCK yang baru dipastikan juga akan bebas maintenance serta memiliki septic tank yang paling tidka dapat dimanfaatkan selama dua tahun.

"Setelah itu diganti modular dengan teknologi yang tepat guna. Ini sekaligus untuk menjalankan Program Padat Karya," imbuh Arie.

Nantinya, ia menambahkan, masyarkat akan mendapatkan pendampingan selama setahun setelah seluruh proyek rampung.

Pendampingan diberikan agar bila terjadi persoalan di kemudian hari, masyarakat dapat memperbaikinya sendiri.

sumber : tribun dan kompas
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==