Northeastern University Study Abroad
Goucher Study Abroad
Aifs Study Abroad Reviews
Emu Study Abroad
Cu Denver Study Abroad
Study Abroad Ucr
Wayne State Study Abroad
Uvm Study Abroad
Benefits Of Study Abroad
Study Abroad Ucsd
Study Abroad Personal Statement
Du Study Abroad
Sfs Study Abroad
University Of Memphis Study Abroad
Temple University Study Abroad
Nku Study Abroad
Tamiu Study Abroad
Study Abroad Nmsu
Umkc Study Abroad
University Of Pittsburgh Study Abroad
App State Study Abroad
Cuny Study Abroad
Kent State Study Abroad
Ucsc Study Abroad
Unt Study Abroad
Gwu Study Abroad
Ucsd Study Abroad
Define Study Abroad
Why You Should Study Abroad
Study Abroad Uci
Best Countries To Study Abroad
Study Abroad Okstate
Ncsu Study Abroad
Murray State Study Abroad
Marquette Study Abroad
Columbia University Study Abroad
Fairfield University Study Abroad
Danish Institute For Study Abroad
Ecu Study Abroad
Study Abroad Advisor
University Of Edinburgh Study Abroad
Baruch Study Abroad
University Of Melbourne Study Abroad
Suu Study Abroad
Isep Study Abroad
Study Abroad Wfu
University Of Sydney Study Abroad
Uncg Study Abroad
Uncc Study Abroad
Ccsu Study Abroad
Unl Study Abroad
Pace Study Abroad
Usc Study Abroad
Tel Aviv University Study Abroad
John Jay Study Abroad
Study Abroad Csuf
Uni Study Abroad
New Paltz Study Abroad
Sfsu Study Abroad
Capa Study Abroad
Study Abroad Sfsu
Cambridge Study Abroad
Study Abroad Uo
University Of Houston Study Abroad
Mt Sac Study Abroad
Ccis Study Abroad
Colleges With Study Abroad Programs
Umass Amherst Study Abroad
Study Abroad Psu
Arcadia Study Abroad
Indiana University Study Abroad
Hope College Study Abroad
Cofc Study Abroad
Study Abroad Sjsu
Csuf Study Abroad
Best Cities To Study Abroad
Uwf Study Abroad
Liberty University Study Abroad
Neu Study Abroad
Study Abroad Uc Berkeley
Vanderbilt Study Abroad
Fau Study Abroad
Ub Study Abroad
University Of San Diego Study Abroad
Clemson Study Abroad
Study Abroad Mizzou
Csi Study Abroad
Valencia Study Abroad
Study Abroad Depaul
Institute For Study Abroad
Wisdom Study Abroad
Pitt Study Abroad
Study Abroad Umn
Study Abroad Unt
Ccsa Study Abroad
Ksu Study Abroad
Bmcc Study Abroad
Study Abroad Csulb
Usfca Study Abroad
Study Abroad University Of South Carolina
Seorang Mahasiswa UI Berani Memberi kartu Kuning Terkait Kebijakan Pemerintahan Jokowi
gambar kartu kuning yang dilontarkan ketua bem ui ketika pidato presiden jokowi di acara dies ui
Aksi Ketua Bem UI
Ujung dari aksinya yang membunyikan peluit seraya mengacungkan kartu kuning saat Jokowi menghadiri acara Dies Natalis, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa diundang dalam program acara Mata Najwa, Rabu (8/2/2018).
Selain Zaadit Taqwa, turut hadir beberapa ketua bem lainnya dari berbagai universitas yang ada di Indonesia.
Dalam program yang ditayangkan semalam, Zaadit mengatakan bahwa fasilitas yang dibangun pemerintah, misalnya jalan tol ini hanya dinikmati oleh orang-orang kaya saja. Orang-orang miskin tidak bisa menikmatinya.
"Menanggapi Pak Moeldoko, pemerintah sudah turun untuk menanggulangi KLB di Asmat. Sebenarnya dengan adanya KLB itu di Asmat, sudah menunjukkan bahwa sebenarnya apa yang dilakukan pemerintah itu belum optimal untuk membangun Papua.
Dan yang tadi sempat di bilang bahwa selama kepemimpinan Pak Presiden sekarang sudah membangun beribu-ribu kilometer jalan tol, yang kemudian hanya dinikmati oleh orang-orang yang menggunakan mobil.
Kemudian fasilitas-fasilitas yang kemudian hanya bisa digunakan oleh segelintir orang. Sementara teman-teman kita di Papua yang membutuhkan fasilitas-fasilitas umum dan kesehatan yang ternyata di sana masih jauh dan sudah disampaikan sendiri oleh Pak Moeldoko.
Saya lebih berharap untuk dapat mendorong pemerintah kemudian lebih aktif dan lebih optimal lagi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Papua," ujar Zaadit.
Rupanya ucapan yang dilontarkan Zaadit ini memancing emosi netizen. Netizen mengemukakan seorang akademisi layaknya Zaadit tidak seharusnya mengatakan seperti itu. Faktanya, jalan tol juga sering digunakan untuk jalan distribusi pemerataan pembangunan.
Sehingga dengan adanya tol, distribusi yang dilakukan dapat dengan mudah dan lancar. Netizen yang geram dengan pernyataan Zaadit ini lantas mencuitkannya di Twitter. Tagar #MataNajwaKartuKuningJokowi ini mencapai puncak trending topik pada hari ini, Kamis (8/2/2018).
Kondisi Masyarakat Asmat
gambar kearifan lokal masyarakat asmat papua
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui, penanganan kondisi luar biasa (KLB) di Kabupaten Asmat, Papua, bukanlah persoalan mudah.
Penetapan status KLB dilakukan setelah 72 orang meninggal dunia akibat kasus gizi buruk dan campak beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengaku, telah turun ke Kabupaten Asmat untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sana.
Dari 23 distrik yang ada di Asmat, ia bersama tim gabungan yang terdiri atas Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengunjungi enam distrik di antaranya.
"Kami tim advance yang ditugaskan untuk melihat kondisi di sana. Karena masalah di sana adalah infrastruktur," ungkap Arie di kantornya, Kamis (8/2/2018).
Ia mengatakan, tantangan infrastruktur utama yaitu wilayahnya dikelilingi rawa-rawa. Selain itu, air bersih juga sulit didapatkan, karena endapan sedimentasinya mencapai 200 meter.
Meskipun sudah ada sumur bor yang diharapkan sebagai sumber air bersih masyarakat, namun air yang terdapat di dalamnya merupakan air payau.
Dijelaskan Arie, sebagai daerah rawa-rawa, perahu merupakan moda transportasi yang diandalkan masyarakat Asmat sehari-hari. Sebenarnya, sudah ada beberapa jembatan penghubung yang dibuat di sana.
Namun, jembatan itu terbuat dari kayu, sehingga mudah lapuk ketika terjadi pasang.
"Kami akan lengkapi di sana dengan jembatan gantung, serta jalan yang menuju ke rumah sakit. Jembatan di sana sebenarnya sudah ada, tapi sebagian besar sudah putus," ungkap Arie.
Persoalan lainnya yaitu buruknya kualitas fasilitas mandi cuci kakus (MCK), baik yang ada di rumah-rumah, puskesmas maupun sekolah. Kondisi itu diperparah terutama terjadi pasang air laut.
Untuk itu, Kementerian PUPR menyiapkan sistem MCK yang jauh lebih baik dari pada yang ada saat ini.
Sistem MCK yang baru dipastikan juga akan bebas maintenance serta memiliki septic tank yang paling tidka dapat dimanfaatkan selama dua tahun.
"Setelah itu diganti modular dengan teknologi yang tepat guna. Ini sekaligus untuk menjalankan Program Padat Karya," imbuh Arie.
Nantinya, ia menambahkan, masyarkat akan mendapatkan pendampingan selama setahun setelah seluruh proyek rampung.
Pendampingan diberikan agar bila terjadi persoalan di kemudian hari, masyarakat dapat memperbaikinya sendiri.
sumber : tribun dan kompas


